tepatnya hari ini dan jam ini, aku dan kelompok aku dapat urutan no 3 , isinya : Boneta, Erry, Mega, Roni, Jenny dan Vonny.
disini kami bakal ceritain masa kecil aku, EAAAAK !!! MAKSA BOY , HAHAH kami ceritain cerita yang berjudul
CINDERELLA.
emang udah amat sangat tidak asing, tapi mungkin krna kehabisan akan mau cerita apalagi kan? hahah begini lah ceritanya *****
CINDERELLA
Pada zaman dahulu ada seorang gadis yang sangat cantik bernama Cinderella. Ibunya telah meninggal dunia. Tidak lama selepas kematian ibunya itu, ayahnya menikah dengan seorang janda yang mempunyai dua orang anak. Ibu tirinya itu sangat garang. Begitu juga dengan kedua orang kakak tirinya. Ayahnya sama sekali tidak tahu akan itu karna selalu menjadi bandar dagang yang tidak pulang kerumah.
Setiap hari dia diperintah oleh ibu tiri dan kedua orang kakak tirinya supaya mengerjakan semua pekerjaan rumah. Cinderella merasa amat sedih dengan nasib buruk yang melanda dirinya, tidak ada tempat untuknya mengadu.
Wajahnya yang cantik itu menjadi sangat kotor karena terlalu banyak mengerjakan pekerjaan rumah dan tidak sempat mengurus kebersihan dirinya sendiri. Sedangkan kedua orang kakak tirinya itu hanya tahu berdandan, berpakaian cantik dan berjalan-jalan.
Pada suatu hari putra raja telah membuat pengumuman akan mengadakan pesta dansa di istana, semua gadis di dalam negeri itu diundang menghadiri pesta dansa tersebut. Kedua orang kakak tiri Cinderella yang serakah itu mengambil keputusan hendak menghadiri pesta dansa itu.
Oleh karena mereka tidak ada baju yang cantik, ibu tiri mereka menyuruh Cinderella menjahit baju baru untuk kedua kakak tirinya itu. Kedua helai baju kakaknya itu dijahit oleh Cinderella. Setelah baju itu siap, kedua kakaknya saling bertengkar mengatakan dia yang paling cantik.
“Aku akan memakai baju gaun berwarna merah dengan pernak-pernik yang cantik. Aku juga akan memakai kalung mutiara yang berwarna putih. Tentunya aku kelihatan cantik.”
“Baju aku lebih cantik dari baju kamu!” kata kakak kirinya yang kedua. “Bajuku dipenuhi dengan renda dan pernak-pernik. Kalung di leherku permata berwarna hijau. Sudah tentu aku lebih cantik daripada kamu dan dapat meluluhkan hati putra raja!”
“Kamu tidak akan dipilih oleh putera raja untuk menjadi pendampingnya,” kata kakak tirinya itu sambil tertawa kepada Cinderella.
Cinderella merasa sedih mendengar kata-kata kakak tirinya itu. Kedua orang kakak tirinya itu tergesa-gesa pergi sambil terus sambil mengejek Cinderella. Setelah kedua orang kakak dan ibu tirinya pergi, Cinderella duduk sendirian di dapur. Dia menangis meratapi nasibnya yang malang. Tiba-tiba dia terkejut karena melihat sebutir cahaya berkelip-kelip tidak jauh darinya. Dari cahaya yang semakin membesar itu keluar seorang peri yang sangat cantik.
“Siapakah kamu? Dari manakah kamu datang?” tanya Cinderella sambil menghapus air matanya.
"Aku adalah peri yang menjaga kamu,” jawab peri yang cantik itu. “Sekarang beritahu, apakah kamu ingin ke pesta dansa di istana putra raja itu?”
“Ya, aku sangat ingin pergi ke pesta dansa itu,” jawab Cinderella. Aku ingin bertemu dengan putra raja.”
“Aku bisa mengabulkan permintaanmu Cinderella,” jawab peri itu lagi”. “Tapi ada syaratnya. Kamu harus melakukan apa yang aku perintahkan.”
“Baiklah,” jawab Cinderella.
“Pergilah ke kebun dan ambil buah labu yang paling besar,” kata peri itu. Cinderella lalu berlari ke kebun lalu mengambil labu yang paling besar. Dia segera membawa labu itu ke peri yang sangat cantik itu. Peri itu menyentuh labu itu dengan tongkat sakti. Tiba-tiba sesuatu yang ajaib pun terjadi. Labu itu menjadi kereta kuda yang cantik dan besar. Didalamnya terdapat kursi yang cantik, dihiasi pita yang bewarna keemasan.
Cinderella memandang kereta kencana itu dengan rasa takjub dan kagum.
“Sekarang, bawakan aku enam ekor tikus,” kata peri itu lagi. Cinderella segera ke dapur. Dia mencari dibawah dapur dan dibelakang pintu. Tidak lama kemudian dia pun membawa enam ekor tikus di depan peri itu. Tikus itu telah diubah oleh peri menjadi enam ekor kuda yang akan menarik kereta kencana itu.
“Kita telah memiliki kereta kencana dan kuda untuk membawa kamu ke istana. Sekarang aku perlu seekor tikus lagi untuk mengendarai kereta kencana.” Cinderella masuk ke dapur untuk mencari seekor lagi tikus. Setelah dia dapat menangkap tikus itu dengan segera diserahkannya tikus itu kepada peri itu.
Kini kereta kencana itu sudah lengkap dengan pemandunya yang berpakaian emas dan gagah. “Sekarang kamu boleh pergi ke pesta dansa itu dan menemui putera raja!” kata peri yang sangat cantik itu.
“Tapi bagaimana? Aku tidak boleh masuk ke dalam istana. Pakaianku buruk dan compang-camping. Tentu pengawal istana akan menghalau aku keluar.”
Peri itu menyentuh Cinderella dengan tongkat saktinya. Dan sekejab bajunya yang compang-comping itu menjadi sangat cantik. Rambut dan mukanya juga cantik berseri. “Dan inilah pemberian yang terakhir,” kata peri itu lalu menyerahkan sepasang sepatu kaca yang cantik yang tidak pernah dibayangkan oleh Cinderella selama ini.
Cinderella merasa sangat gembira. Dia lalu memeluk peri itu. Saat dia melangkah masuk ke dalam kereta kencana, peri itu berpesan kepadanya. “Berjanjilah, kamu akan pulang sebelum jam dua belas tengah malam, anakku. Karena di saat itu semuanya akan kembali seperti semula.”
Cinderella berjanji akan pulang sebelum jam dua belas tengah malam. Kereta itu dengan cepat menuju ke istana. Saat kereta itu sampai didepan istana, para pengawal menyambut kedatangan Cinderella. Di situ pesta dansa tarian telah dimulai. Semua orang yang berada istana itu mengarahkan pandangan mereka pada Cinderella saat Cinderella masuk kedalam istana. Mereka sangat heran melihat seorang gadis yang sangat cantik. Kedua orang kakak tirinya juga heran dan kaget.
Putra raja datang kepadanya lalu memegang tangannya. Putra raja mengajaknya berdansa. Mereka berdansa sepanjang malam. Putra raja hanya mau berdansa dengan Cinderella. Putra itu sangat tertarik dengan Cinderella. Tidak ada satupun orang di istana yang kenal dengan Cinderella, mereka sangat kagum dengan Cinderella yang sangat cantik dan menawan.
Raja dan permaisuri yang berada di atas tahta merasa kagum melihat kecantikan Cinderella. Cinderella pula hampir lupa pada dirinya dan janjinya pada peri itu.
Cinderella terkejut saat menyadari setengah jam lagi menunjukkan jam dua belas tengah malam. Dia mengucapkan selamat tinggal kepada putra raja dan meninggalkan istana. Beruntung Cinderella meninggalkan istana sebelum jam dua belas tengah malam.
Setelah beristirahat, Cinderella melihat kedua kakak tirinya pun pulang. Mereka asyik bercerita mengenai putri yang sangat cantik yang tidak dikenali itu. “Putra raja telah jatuh hati kepadanya,” kata kakak tirinya yang tua. “Putra raja sanggup berbuat apa saja untuk mengetahui namanya dan di mana dia tinggal.”
Cinderella tersenyum mendengar kata-kata kedua orang kakak tirinya yang heboh itu. “Apakah dia benar-benar kelihatan cantik?” tanya Cinderella. “Betapa beruntungnya kakak dapat melihat putri itu.”
Cinderella tidak berkecil hati karena dia akan pergi menemui putra itu pada keesokan malamya. Pada keesokan harinya kedua kakak tirinya sibuk bersiap-siap hendak pergi ke istana. Peri yang sangat cantik itu datang ke Cinderella dan kemudian mengubah Cinderella seperti saat dia akan ke istana kemarin. Dia menggunakan tongkat saktinya lalu menukarkan pakaian Cinderella lebih cantik dari malam pertama.
Putra raja ternyata telah jatuh cinta pada Cinderella. Dia menunggu dan menyambut kedatangan Cinderella di depan pintu istana.
Cinderella hampir lupa pada dirinya karena terlalu gembira. Dia tidak pernah merasa bahagia seperti ini sebelumnya. Waktu berlalu dengan cepat, tidak disadari waktu menunjukkan pukul dua belas tengah malam. Dia terkejut dan segera berlari pulang.
Cinderella takut pakaian cantiknya akan berubah menjadi jelek dan kereta kencananya berubah menjadi labu kembali. Dia berlari keluar dan melihat kereta kencananya telah berubah. Cinderella berlari pulang dengan cepat dan cemas.
Putra itu mengejar Cinderella dari belakang. Ketika menuruni tangga, sepatu kaca Cinderella terlepas dari kakinya. Tapi Cinderella tidak menyadarinya. Putra raja mengambil sepatu itu. Saat kedua kakak tirinya tiba dirumah, mereka sibuk membicarakan kejadian pada malam itu. Putri yang cantik jelita itu telah meninggalkan sepatu kacanya di istana dan ditemukan oleh putra raja.
Pada keesokan paginya, raja membuat pengumuman. Gadis yang mempunyai kaki sesuai dengan ukuran sepatu kaca tersebut akan dijadikan istri putranya. Dia telah memerintahkan pengawalnya membawa sepatu itu ke semua rumah di negeri itu untuk dicoba. Tapi tidak seorangpun yang dapat memakainya. Akhirnya pengawal istana itu tiba di rumah Cinderella.
Kedua orang kakak tiri Cinderella sangat bersemangat untuk mencoba sepatu kaca itu. Saat kakak tirinya memakai sepatu itu, ia sangat marah dan berkata “Kenapa tidak muat?” kata kakak tirinya yang pertama. “Kaki aku kelihatan kecil saja!” protesnya.
“Biar aku coba,” kata kakak tirinya yang kedua. Saat kakak tirinya yang kedua memakainya, sepatu kaca itu jauh lebih besar sehingga ia tidak dapat berjalan.
“Aku yakin sepatu ini sesuai dengan aku tapi mengapa sepatu ini menjadi lebih besar dari kaki aku!”
“Apakah ada lagi gadis di dalam rumah ini yang ingin mencoba sepatu kaca ini?” tanya pengawal istana kepada kedua orang kakak tiri Cinderella. “Memang tidak ada siapa-siapa lagi,” jawab mereka.
Pengawal istana itu melihat Cinderella yang berada di situ. Hatinya berkata gadis itu cantik tapi pakaiannya compang-camping. Dia pun memanggil Cinderella untuk mencoba. Saat Cinderella mencoba sepatu kaca tersebut, sepatu itu sangat cocok di kakinya dan itu sangat membuat terkejut kedua kakak tirinya.
Disaat itu juga peri yang cantik muncul dihadapan mereka dengan tersenyum. Dia pun menyentuh Cinderella dengan tongkat saktinya lalu mengubah pakaian Cinderella.
Kakak tiri Cinderella merasa marah dan cemburu. Peri itu pun membawa dia ke kereta kencana yang sudah menantinya.
Kereta kencana itu pun pergi menuju ke istana. Putra raja sangat gembira karena pada akhirnya gadis kesayangannya ditemuinya. Keesokan harinya mereka pun menikah dan hidup bahagia.
Cinderella tidak pernah melupakan kedua kakak tirinya lalu ia mengajak mereka tinggal bersamanya di istana. Tidak berapa lama kemudian kedua orang kakak tirinya pun menikah dengan orang kaya. Mereka tidak lagi sombong dan jahat. Lama-kelamaan mereka juga kelihatan cantik dan berbudi bahasa.
**THE END**